Sabtu, 28 Juni 2014

cerita ini mungkin sedikit mengarah kepada sesuatu hal yang tabu, semoga bermanfaat bagi yang telah menyediakan waktu untuk berkunjung ke blog saya dan menyempatkan untuk membaca sedikit cerita yang telah saya post.
suatu hari seorang anak kecil berusia 8 tahun merasa hidupnya sempurna. ia punya saudara dan orang tua yang lengkap. kasih sayang yang ia dapat dari orang tuanya pun tak pernah kurang. semua keinginan nya selalu terpenuhi dan diberikan oleh kedua orang tuanya. sampai suatu ketika ia melihat pertengkaran hebat antara ayah dan ibunya. dalam tidurnya ia sadar bahwa keluarganya tak lagi se damai dahulu. semua telah berubah, sayup-sayup ia dengar kata perempuan lain dari mulut sang ibu, di usianya yang masih kecil ia tak mengerti penyebab pertengkaran tersebut, hanya satu yang ia tahu keluarganya tak lagi sama, tak lagi seindah dulu, ada jarak yang membentang luas diantara mereka. sampai suatu ketika sang anak beranjak dewasa, ia mulai mengerti soal cinta, perasaan nya telah tumbuh dan menjadi matang untuk memahami gejolak yang ia rasakan terhadap lawan jenisnya. sampai suatu ketika ia dihadapkan pada sebuah persoalan yang ia rasa tak asing baginya, ya kata 'perempuan lain' dahulu ia pernah mendengar kata itu, dan kini ia mengerti apa maksud dari kalimat tersebut. rasa sakit, perih, dan hancur yang ia rasakan. ia kemudian sadar bahwa hal serupa lah yang dulu dirasakan oleh sang ibu. sebuah pengkhianatan dari orang yang dicintai. perselingkuhan memang menyisakan luka yang tidak semua orang dengan mudah melupakannya. begitu pula dengan seorang anak yang pernah mengalami hal tersebut dalam keluarganya. sesuatu yang menyangkut dengan pengkhianatan akan menjadi trauma terberat baginya. memang memaafkan tak sesulit menyembuhkan rasa sakit. tapi akan lebih baik jika sebuah keluarga terhindar dari pengkhianatan, begitu pula dengan suatu hubungan. andai cinta bisa membuat wanita cukup dengan 1 pria, kenapa cinta tidak bisa membuat pria cukup dengan 1 wanita. hargai pasangan sebagaimana dia menghargai anda, karena sekali anda melukai perasaan wanita, akan sangat sulit baginya untuk pulih seperti sedia kala. semua kembali kepada pribadi masing-masing. Tuhan menciptakan wanita dan pria sederajat, namun fakta yang terlihat adalah wanita dan pria sangat lah berbeda, wanita dan pria punya cara masing-masing dalam mencintai, punya cara masing-masing dalam melupakan. semuanya kembali kepada kita, bagaimana cara kita menghormati perbedaan itu dan menjadikan nya sempurna. sempurna tidak harus mendua :)