hei, apa kabar sosok mu yang kini berada di sudut kota sana ? aku selalu berharap kau akan selalu terlihat baik-baik saja dengan ataupun tanpa hadirku. apa kamu ingat dengan hari ini pria tampan bermata pekat dan berahang kuat ? ya aku menyebutnya 'failed anniversary' . kamu pria berwajah oval dan berpipi bulat, mata mu yang sedikit sipit membuat ku mati-matian menahan perasaan ketika menatapnya. salam rindu untuk senyum dingin mu itu, di lain waktu aku ingin melihatnya lagi.
aku tak akan membahas bagaimana kita bertemu, kemudian mengenal, saling bertatapan lalu saling jatuh cinta. oh Tidak! bukan saling jatuh cinta tetapi 'bagaimana aku mencintaimu'. aku juga tidak akan membahas bagaimana kita menjalankan peran masing-masing dalam drama yang telah kita mainkan. bagimu hanya drama, tapi buat ku itu lebih dari drama. kau dengan sejuta kemisteriusan dibalik senyum dingin mu itu benar-benar membuatku luruh dan meleleh seperti bongkahan es yang terkena sengatan matahari. pesona mu benar-benar membuatku paham ternyata cinta itu indah 'awalnya'. haruskah aku mengulang kembali kenangan pahit itu ? ah sudahlah semua telah berlalu akupun ingin segera menutup buku-buku kelabu itu.
ku dengar kamu sudah memiliki kekasih, benarkah ? wah kau memang mengagumkan hanya butuh waktu sebentar untuk kemudian memilih penggantiku. kita telah lama tidak berkabar bukan maksudku untuk menjauh tapi aku hanya merasa kehadiran ku tak lagi kamu butuhkan dalam hari-harimu.
kamu mungkin tak akan pernah membaca tulisanku ini. apalagi membaca paragraf demi paragrafnya. namun, tau kah kamu menulis tentangmu seakan mengembalikan ku dan menyeretku pada kenangan-kenangan itu. tak jarang aku bermimpi kau berdiri disisi ku kemudian memberikan ku senyuman yang paling indah dan bahkan belum pernah kau tunjukkan padaku sebelumnya. terkadang mimpi lebih indah dari kenyataannya oleh sebab itulah aku lebih senang bermimpi bersamamu dibandingkan menjalankan kenyataan yang sesungguhnya. bermimpi membuatku benar-benar merasa seolah aku melakukan suatu hal yang benar-benar nyata bersamamu.
perjuanganku menulis semua ini telah membuat semua kisah tentang dirimu berotasi kembali diotak ku. tidak mudah terlepas darimu. apa kau tau, bahkan selama ini aku telah menjadikanmu sebagai salah satu kebutuhan dalam hidupku. aah sudah lah air mataku mulai menetes kembali ketika moment-moment tak terlupakan itu melintas dan saling berganti mengisi kepalaku. kau benci wanita cengeng bukan ? baiklah! aku akan segera berhenti menangis. kita telah lama saling melepaskan, ini sangat menyebalkan lagi-agi aku merindukan suaramu. suara khas yang berbulan-bulan berdengung ria di telingaku. aku rindu caramu tertawa, caramu menatap, dan caramu mencintaiku. oh tidak! tidak! aku salah lagi, kau tidak benar mencintaiku aku terlalu yakin pada cintamu padahal hal itu semu, nyatanya aku hanya wayang yang selalu kau permainkan. ya, kau mencintaiku, mencintaku sebagai wayang pertunjukkan mu bukan kekasihmu.
ah, rasanya sudah lama tak ada yang mengisi celah-celah kecil di jemari kananku. biasanya jemari tangan mu yang mengisinya. hari ini aku tak lagi mendapat pesan singkat penuh kata-kata romatis itu ya ? wah sayang sekali, padahal aku sangat menginginkannya. ya aku tau kata-kata itu bukan milikku lagi, pasti itu telah menjadi milik gadis-gadis itu bukan ? mereka beruntung mendapatkanmu. kau sudah menemukan wayang-wayang baru ternyata. atau salah satu dari mereka telah kau pilih menjadi dalang seperti mu ? beruntungnya gadis itu, setidaknya dia tidak mengalami hal yang sama sepertiku, setidaknya dia tidak akan pernah bagaimana rasanya menjadi wayangmu.
kamu yang dulu pernah memanggilku "sayang" lembaran kalender ku kali ini tidak lagi dilingkari oleh tinta berwarna hijau. tintanya sudah ku ubah menjadi merah. tapi kamu tak perlu khawatir, hatiku masih menyimpan rongga yang cukup besar untuk tempatmu kembali. aakh, lagi-lagi aku bermimpi dan berharap sesuatu yang sangat tidak mungkin terjadi. kamu mantan kekasihku, oh maksudku mantan dalang ku. selamat mengenang masa lalu. ini hari dimana kamu mengatakan 'cinta' kepadaku. mungkin semua sudah hilang dari ingatanmu. bahkan diriku pun pasti telah menghilang dari memorimu. tetapi aku masih menyimpan semuanya. dan akan ku putar kembali ketika aku merindukannya.
#hari ini hujan, aku takut kilatan petir yang menyambar, dulu kau yang menenangkanku, tapi kini aku harus menenangkan diriku sendiri. dulu aku berteduh bersamamu. menunggu hujan reda dibawah teduhnya pelataran gedung itu. kini tiap hujan datang aku hanya menunggu sendiri. tidak! aku menunggu hujan reda bersama bayanganmu di koridor itu. kau yang ada di sudut kota sana. aku merindukan mu, merindukan 'kita', dan merindukan masa lalu.
aku tak akan membahas bagaimana kita bertemu, kemudian mengenal, saling bertatapan lalu saling jatuh cinta. oh Tidak! bukan saling jatuh cinta tetapi 'bagaimana aku mencintaimu'. aku juga tidak akan membahas bagaimana kita menjalankan peran masing-masing dalam drama yang telah kita mainkan. bagimu hanya drama, tapi buat ku itu lebih dari drama. kau dengan sejuta kemisteriusan dibalik senyum dingin mu itu benar-benar membuatku luruh dan meleleh seperti bongkahan es yang terkena sengatan matahari. pesona mu benar-benar membuatku paham ternyata cinta itu indah 'awalnya'. haruskah aku mengulang kembali kenangan pahit itu ? ah sudahlah semua telah berlalu akupun ingin segera menutup buku-buku kelabu itu.
ku dengar kamu sudah memiliki kekasih, benarkah ? wah kau memang mengagumkan hanya butuh waktu sebentar untuk kemudian memilih penggantiku. kita telah lama tidak berkabar bukan maksudku untuk menjauh tapi aku hanya merasa kehadiran ku tak lagi kamu butuhkan dalam hari-harimu.
kamu mungkin tak akan pernah membaca tulisanku ini. apalagi membaca paragraf demi paragrafnya. namun, tau kah kamu menulis tentangmu seakan mengembalikan ku dan menyeretku pada kenangan-kenangan itu. tak jarang aku bermimpi kau berdiri disisi ku kemudian memberikan ku senyuman yang paling indah dan bahkan belum pernah kau tunjukkan padaku sebelumnya. terkadang mimpi lebih indah dari kenyataannya oleh sebab itulah aku lebih senang bermimpi bersamamu dibandingkan menjalankan kenyataan yang sesungguhnya. bermimpi membuatku benar-benar merasa seolah aku melakukan suatu hal yang benar-benar nyata bersamamu.
perjuanganku menulis semua ini telah membuat semua kisah tentang dirimu berotasi kembali diotak ku. tidak mudah terlepas darimu. apa kau tau, bahkan selama ini aku telah menjadikanmu sebagai salah satu kebutuhan dalam hidupku. aah sudah lah air mataku mulai menetes kembali ketika moment-moment tak terlupakan itu melintas dan saling berganti mengisi kepalaku. kau benci wanita cengeng bukan ? baiklah! aku akan segera berhenti menangis. kita telah lama saling melepaskan, ini sangat menyebalkan lagi-agi aku merindukan suaramu. suara khas yang berbulan-bulan berdengung ria di telingaku. aku rindu caramu tertawa, caramu menatap, dan caramu mencintaiku. oh tidak! tidak! aku salah lagi, kau tidak benar mencintaiku aku terlalu yakin pada cintamu padahal hal itu semu, nyatanya aku hanya wayang yang selalu kau permainkan. ya, kau mencintaiku, mencintaku sebagai wayang pertunjukkan mu bukan kekasihmu.
ah, rasanya sudah lama tak ada yang mengisi celah-celah kecil di jemari kananku. biasanya jemari tangan mu yang mengisinya. hari ini aku tak lagi mendapat pesan singkat penuh kata-kata romatis itu ya ? wah sayang sekali, padahal aku sangat menginginkannya. ya aku tau kata-kata itu bukan milikku lagi, pasti itu telah menjadi milik gadis-gadis itu bukan ? mereka beruntung mendapatkanmu. kau sudah menemukan wayang-wayang baru ternyata. atau salah satu dari mereka telah kau pilih menjadi dalang seperti mu ? beruntungnya gadis itu, setidaknya dia tidak mengalami hal yang sama sepertiku, setidaknya dia tidak akan pernah bagaimana rasanya menjadi wayangmu.
kamu yang dulu pernah memanggilku "sayang" lembaran kalender ku kali ini tidak lagi dilingkari oleh tinta berwarna hijau. tintanya sudah ku ubah menjadi merah. tapi kamu tak perlu khawatir, hatiku masih menyimpan rongga yang cukup besar untuk tempatmu kembali. aakh, lagi-lagi aku bermimpi dan berharap sesuatu yang sangat tidak mungkin terjadi. kamu mantan kekasihku, oh maksudku mantan dalang ku. selamat mengenang masa lalu. ini hari dimana kamu mengatakan 'cinta' kepadaku. mungkin semua sudah hilang dari ingatanmu. bahkan diriku pun pasti telah menghilang dari memorimu. tetapi aku masih menyimpan semuanya. dan akan ku putar kembali ketika aku merindukannya.
#hari ini hujan, aku takut kilatan petir yang menyambar, dulu kau yang menenangkanku, tapi kini aku harus menenangkan diriku sendiri. dulu aku berteduh bersamamu. menunggu hujan reda dibawah teduhnya pelataran gedung itu. kini tiap hujan datang aku hanya menunggu sendiri. tidak! aku menunggu hujan reda bersama bayanganmu di koridor itu. kau yang ada di sudut kota sana. aku merindukan mu, merindukan 'kita', dan merindukan masa lalu.