Sabtu, 02 Maret 2013

Hujan Mengurai kisah Tentang Kita, Kau~



Dia tak mengerti mengapa cinta begitu sulit memahami dirinya. Dia tak paham mengapa cinta mampu mengubah dunianya. Dan satu hal lagi dia tak mengerti bagaimana cara melupakan. Cara satu-satunya yang ia ketahui hanya moveon ke lain hati, kelain individu, ya berpaling pada seseorang yang berbeda. Pusaran kekesalan terhadap mantannya sudah cukup memuakkan. Sehari-hari hanya menjadi stalker itu sudah hal lumrah yang ia lakukan. Setelah puas menjadi stalker ia mencari-cari dimana pelukan hangat yang mau menampung semua luapan kesal, marah, dan kegalauannya.
 “sudah, lu bisa moveon kok. Mau sampai kapan begini ? dia udah punya pacar, jadi mau gak mau dan siap gak siap lu harus terima dengan ikhlas dong be”.
“tapi be, gak tau kenapa susah banget rasanya. Gua udah usaha tapi kayaknya gak berhasil mulu deh”.
“sabar ya, intinya sabar. Semuanya butuh proses be”. Satu pelukan hangat dari erin  sahabatnya setidaknya mampu meredam sedikit kegelisahan yang memuncak dihatinya.
         Sudah berbulan-bulan ia mencoba melupakan sang mantan yang bahkan sudah lebih dulu melupakannya. Seburuk itukah menjadi seorang wanita ?. sesulit inikah takdir yang harus dijalani wanita-wanita didunia ini ?. bahkan ketika wanita masih mencoba melupakan sang mantan, ia telah lebih dahulu mencapai finish dan berlabuh dihati wanita lain. Setidaknya mungkin tak semua laki-laki begitu dan tak semua wanita merasakan hal yang sama seperti yang kim rasakan.
         Kim qyara sendiri adalah remaja yang masih duduk di bangku SMA. Disalah satu SMA swasta di kota asalnya ia berusaha menuangkan semua ide dan imajinasi yang ia miliki. Berlatar belakang sebagai anak tunggal yang pastinya selalu merasa membutuhkan banyak teman. Kim muncul dengan sahabat-sahabatnya yang selalu berusaha menciptakan suasana yang renyah dan menyenangkan untuk kim. Sebagai keturunan tionghoa seharusnya paras cantik yang ia miliki memudahkannya untuk segera mendapatkan tempat labuhan hati yang baru dan bahkan lebih baik dari sang mantan. Namun kim masih berusaha menunggu sesosok malaikat yang benar-benar mampu mengalihkan dunianya saat ini. Dunia yang menyebalkan dan dipenuhi bayang-bayang tentang mantannya yang memuakkan itu. andai kim bisa, mungkin sudah dari jauh-jauh hari ia mnendaratkan kepalan tinju ke wajah laki-laki itu.
         Ditengah usaha kim untuk segera melupakan mantannya setidaknya kim tak sendirian. Talita Erin amora dan nafisha ananta yang bercover sebagai sahabat selalu menyediakan lengan ketika kim butuh tempat bersandar. Dan erin pasti selalu menyediakan telinga untuk mendengarkan setiap kata-kata yang pastinya bentuk dari luapan perasaan yang kim rasakan. Bahkan bagi erin, sosok kim sudah seperti adik perempuannya sendiri. erin dan fisha berusaha meyakinkan kim bahwa ia tak sendiri menghadapi kenyataan ini. Bahkan ketika seseorang mencampakkan perasaanya begitu saja erin dan fisha berusaha meyakinkan kim bahwa ia lebih berharga dari orang yang telah mencampakkan perasaan nya.
         Berbulan-bulan kim mencoba bergulat dengan kenangan masa lalunya. Berbulan-bulan lamanya pula kim menolak siapapun yang berusaha mendekatinya. Hingga suatu hari getaran itu muncul. Bahkan disaat yang tak disangka-sangka dengan seketika sosok itu menghapus segala yang berbau mantan di kehidupan kim. Mungkin awalnya getaran yang kim rasakan hanya sebatas rasa suka secara jasmaniah. Melihat sosok pria dengan rupa yang bahkan terbilang kece dan cool bahkan dengan latar belakang pemain basket setidaknya itu cukup membuat cewek-cewek yg berada disekitarnya sedikit bergetar ketika melihat sosok dan parasnya.
         Kim berusaha mendalami sang malaikat yang memang telah ia nantikan sejak lama. Bermodalkan kakak kelas yang memang hampir semua mengenalnya, kim mencoba mencari tahu tentang sosok itu lebih jauh lagi. Bahkan sebenarnya kim tanpa sadar sudah pernah sekedar terlibat obrolan singkat dengan cowok kece itu. kim yang saat ini tengah mengagung-agungkan basket sebagai olahraga favoritnya ternyata pernah meminta bantuan nick untuk sekedar melatihnya sedikit trik dan skil bermain basket. Entah kenapa disaat yang tak disangka-sangka perasaan yang dulu hanya sebatas senior dan junior kini telah berubah menjadi keegoisan, “cinta”. bukankah cinta sebuah keegoisan. Bahkan dengan egoisnya cinta mengalahkan logika-logika mereka yang terlibat didalamnya. Bermain dengan cinta seolah melumpuhkan kesadaran tokoh-tokohnya.
         Berbulan-bulan lamanya kim mencintai nick Tanjulio secara diam-diam. Hanya berani melirik nick dari jarak jauh. Dan lebih gila lagi erin  orang pertama yang mengetahui hal itu diantara teman-teman kim yang lain. Erin yang notabene tak mampu menjaga rahasia kim rapat-rapat segera memberitahu fisha soal hal itu. Semakin lama rumor bahwa kim menyukai nick telah menyebar dengan cepat keseluruh penghuni sekolah. Baik kalangan senior maupun kalangan junior yang seangkatan dengan mereka. Entah dari mana mereka semua tau bahwa kim menyukai nick. Kim yang saat itu tengah cemas akan diperlakukan dengan buruk atau bahkan perkiraan terburuk dari erin dan fisha adalah nick menjadi ilfeel seketika mengetahui hal itu.
         Setidaknya kim ditopang rasa percaya yang kuat. Bahkan beberapa sahabat nick memberi simpati pada kim. Mereka bahkan mencoba membantu kim agar bisa dengan mudah menyusup masuk ke sela-sela kehidupan nick. Kim mulai banyak berubah. Bermodalkan klue dari sahabat terdekat nick, kim berusaha merubah dirinya yang benar-benar diselimuti gaya hidup manja dan kekanak-kanakan menjadi sesorang yang lebih dewasa lagi. Kim yang biasanya amat gemar teriak-teriak kesetanan di lapangan sekolah bahkan yang biasanya pecicilan di koridor sekolah berhasil menjadi kim yang look smart dan kalem.
“ciee yang udah bisa jadi dewasa dan gak teriak-teriak gila lagi” seru fisha dan erin bersahutan menggoda kim.
“apaan sih kalian, demi cinta teman-teman. Hahaha”
“haha, jangan buta karena cinta ya be, cukup sama si brondong mu itu aja khilafnya, semoga bisa dapatin dia deh”. seru erin menimpali.
“iya, kalau udah jadi jangan lupa sama kami, makan-makan nya itu loh. Ditunggu secepatnya”. Fisha menambahkan.
“hahaha, gila kalian. Gua aja belum gerak sama sekali. Ini masih jalan ditempat kalian pikir kayak nepok lalat apa buat dapatin nick”. Ujar kim pada kedua sahabatnya.
“makanya be, jangan jalan ditempat mulu. Keburu di ambil ama kak detta tuh si nick nya”. Ledek erin pada kim.

         kim tiba-tiba terdiam, Detta adalah sosok yang membuat kim ketakutan. Detta amat dekat dengan nick. Bahkan detta terlihat seperti kekasih nick. Kim sering kali terbakar dengan cemburunya pada detta. Ketika detta duduk bersebelahan dengan nick, ketika detta mengambilkan makanan untuk nick, dan ketika detta membawakan tas nick ketika nick berlatih basket dilapangan. Semuanya, semua tentang detta menjadi bumerang besar bagi kim. Detta seolah menjadi tembok tertinggi yang membatasi ruang lingkup kim dan nick. Tak jarang kim menyerah dengan langkah-langkah yang bahkan sudah ia mulai. Hanya karena detta, ia takut diberi cap perebut ataupun perusak hubungan detta dengan nick. Kim mencintai nick, namun nick ? sepertinya tidak! Dan takkan pernah! Entahlah, nick begitu sulit untuk ditebak. Banyak yang tak bisa kim terka, dan semua tentang nick. Nick mimpi yang ingin ia gapai masih terlalu tinggi untuk segera ia raih. Bahkan usaha demi usaha pun sepertinya masih saja kurang untuk membuat nick menjadi nyata dalam kehidupan kim.
         Ketika hari berganti hari dan begitu pula dengan bulan kim telah hadir menjadi sosok yang peduli pada setiap kegiatan bahkan setiap kebutuhan nick. Tak jarang kim mengirimkan minuman untuk nick melalui perantara Ray sahabat nick. Berbulan-bulan lamanya kim menjadi sosok pengagum nick, sosok yang mencintai nick dalam diam. Dalam kesunyian dan bahkan tanpa balasan. Kim berusaha memberikan yang terbaik pada nick meskipun nick mungkin tak menyadari tiap pengorbanan kim untuknya.
         Minggu depan Tim basket sekolah Kim akan bertanding disalah satu kompetisi yang diadakan di kota mereka. Jauh-jauh hari erin dan fisha telah merencanakan agar kim dan nick bisa lebih dekat lagi. Kim yang juga terlibat dalam kepengurusan OSIS disekolahnya otomatis pasti akan menghadiri pertandingan itu. sei dokumntasi seperti dirinya pasti sangat berperan untuk mengabadikan foto demi foto pada pertandingan itu. namun satu yang menjadi penghalang kim untuk menghadiri pertandingan itu. ia tak tau harus pulang dengan siapa.   Ia biasanya pulang dengan jasa antar jemput yang disediakan sekolah. Dan pada event ini sekolah tak menyediakan jasa antar jemput untuk muridnya. Ditengah kebingungan yang menerpa kim, ide-ide genius muncul dari erin dan fisha. Keduanya saling bertatapan dan kemudian menyunggingkan senyum terlebar yang mereka miliki.
“lu ngapain bingung kim, pulang bareng nick aja. Nick kan bawa motor tuh”. Ujar fisha menjelaskan ide cemerlang yang melintas dipikiran mereka.
“bener kata fisha be, lagian papi sama mami lu kan gak mungkin jemput jadi pulang ama nick aja, kesempatan gak datang 2 kali be” seru erin mengompori.
“aduh gimana caranya buat bilang ama dia, gua mana berani. Gua pulang ama sen aja ya ?” sahut kim penuh ragu.
fisha menyentuh bahu kim untuk meyakinkannya. “udah deh percaya ama kami, lu tenang aja lu pasti pulang ama nick”.
         Hari yang ditunggu-tunggu oleh kim dan pastinya sangat ditunggu-tunggu datang. GOR itu telah sesak dipenuhi supporter dari masing-masing tim basket sekolah mereka. Skor telak, permainan pertama dimenangkan salah satu sekolah yang cukup terkenal dikota itu. orang-orang kerap kali menyebutnya saint marie. Kini tiba saatnya tim sekolah kim yang bertanding melawan salah satu SMA negri yang terbilang favorit dan terkenal dengan pamor mereka sebagai sekolah para murid genius.
          Dancer telah berdiri dipinggir lapangan memberikan teriakan penyemangat bagi para pemain yang satu persatu mulai memasuki lapangan. Kim mulai berdiri dengan kamera ditangannya. Badannya yang mungil mengaharuskannya mengambil posisi debih depan agar dapat mengambil gambar dengan hasil yang lebih bagus. Sadar atau tidak lensa kamera kim hanya tertuju pada nick, mengambil detail gambar mulai dari nick mendribble bola hingga saat nick harus lompat ketika melakukan shooting. Suara teriakan dari para pendukung masing-masing tim semakin memanas. Sama seperti pertandingan yang terjadi dilapangan. Kim dengan senyum manisnya selalu berdoa dalam hati dan menyemangati nick meskipun nick tak akan menyadari kata-kata semangat yang kim ucapkan untuknya.
         Skor sudah tertinggal cukup jauh, dan ini merupakan babak terakhir dan babak yang menetukan pastinya. Pluit panjang tanda berakhirnya permainan telah ditiupkan oleh wasit, tim sekolah kim harus menerima kekalahan mereka dengan lapang dada. Meskipun kalah mereka telah berusaha memberikan yang terbaik untuk sekolah mereka. Kecewa yang dirasakan pendukung mereka pasti ada namun karena kekeluargaan diantara mereka sangat erat, kekecewaan itu dengan mudahnya mencair menjadi kata-kata penyemangat bagi para pemain yang sudah lelah bertanding.
         kim berjalan menyusuri lorong itu bersama erin. Jantung kim mulai tak beraturan. Detakannya lebih cepat dari biasanya. Kim gugup, ragu, dan bisa dibilang kim kini tengah berada pada zona nervous. Kim berhasil keluar dari ruangan yang sesak itu, ia mengatur nafasnya lalu menunggu nick yang tadi ia tinggalkan dilapangan karena nick masih harus mendengarkan beberapa pengarahan dari pelatihnya. Erin dengan sabar menemani kim menunggu nick sampai nick muncul.
         Langit sudah gelap bahkan awan sepertinya sudah berat. Bebannya terlalu banyak, dan mungkin sebentar lagi langit akan menumpahkan semua beban itu kebumi. Nick muncul dan langsung menuju lahan parkir. Disana kim sudah menunggu bersama bebrapa teman lainnya yang memutuskan menunggu nick. Kim mundur beberapa langkah ketika nick duduk diatas motornya. Dengan sedikit ragu-ragu kim mengambil posisi dan duduk dengan tenang dibelakang nick. Jemari nick menari bersama kunci motornya, sektika itu pula erin dan salah satu senior yang hari itu pulang bersama erin menghampiri keduanya.
“kak jaga teman ku baik-baik ya. Antarin sampai rumahnya. Jangan diturunin ditengah jalan” seru erin pada nick. Mungkin hanya sekedar candaan. Nick hanya tertawa memberi respon pada lelucon yang dilontarkan oleh erin. Motor erin melaju lebih dulu dan kemudian disusul oleh nick dan kim.
         Langit semakin gelap, tetes demi tetes air hujan mulai tertumpahkan ke bumi. Nick yang dari tadi hanya diam mulai membuka suara dan mengajak kim berbicara.
“tadi jelek ya main nya ?” ujar nick.
“haa, eemm, enggak kok ko, udah bagus kok”.
“iya, lawannya jago kali, susah banget ngelawannya” seru nick menambahi.
“iya ko, lawan nya keren banget tadi mainnya”.
“oh iya rumah kim dimana ?”
“aduh, kim lupa namanya ko, ntar kim tunjukin aja ya harus belok kemana aja”.
“oh, okelah. Masa lupa ama rumah sendiri. gawat kamu ini.hahaha”.
ditengah suasana yang mulai hangat, hujan turun dengan derasnya. Membuat kim dan nick basah kuyup. Rasa dingin semakin menusuk hingga ketulang. Membuat kim menahan kertakan gigi. Tubuh kim menggigil. Hujan berhasil membuat seluruh tubuhnya basah. Disisi lain kim juga tak tega melihat nick yang harus tetap berkonsentrasi pada jalan bahkan disaat nick pun merasakan kedinginan yang sama seperti yang kim rasakan.
Hujan telah membuat kenangan hari ini menjadi lebih sempurna, seolah hujan ingin ikut bermain,  Seolah hujan pun ingin larut pada kebahagiaan yang kim rasakan. Hujan berhasil mengukir kisah tentag mereka, tentang cinta, dan tentang ketidakmungkinan yang selalu saja jadi momok yang menakutkan bagi kenyataan yang harus kim sadari. Hujan menjadi saksi cinta yang kim miliki untuk nick. Cinta yang selama ini terbungkus rapat dihati kim. Cinta yang utuh yang kim berikan hanya untuk nick. Yaaa, hujan punya kisah tentang cinta, tentang kim, tentang nick, tentang ketidakpastian diantara mereka.
         Beberapa minggu semenjak kejadian itu. kim dan nick mulai berkomunikasi melalu media sosial BBM. Setidaknya semakin hari nick semakin menunjukkan adanya perubahan terhadap sikapnya pada kim. Yang awalnya hanya membalas seperlunya, kini nick mulai menanyakan hal-hal sederhana seperti “kim apa kamu sudah makan ?” atau hanya sekedar “apa yang sedang kamu lakukan kim ?”. setidaknya perhatian-perhatian kecil itu cukup membuat kim tersanjung.
“be, lu punya harapan. Perjuangin terus jangan takut untuk memulai” seru erin yang baru saja membaca hasil percakapan nick dan kim melalui BBM.
“ragu be, gua canggung untuk mulai duluan. Gua takut kehabisan topik”.
“seenggaknya lu udah separuh jalan be, jangan mundur lagi dong”.
         Sepertinya kim cukup ragu untuk mengambil tindakan. Ia sudah terlalu jauh melangkah, erin sudah memperingatkannya berkali-kali, bahkan setelah melangkah sejauh ini haruskah ia mundur hanya karena takut memulai hanya karena malu dianggap over. Tidak! Sesungguhnya kim pun berharap mampu bertindak lebih jauh, namun saat ini kim terlihat lebih pasrah. Hingga pada akhirnya turnamen volley sudah didepan mata. Job yang tiba-tiba harus diterima oleh para pemain. Resiko mereka sebagai pemain yang tanpa latihan rutin membuat mereka kewalahan mengatur jadwal latihan. Mau tidak mau latihan harus diadakan ketika pulang sekolah. Dan lagi-lagi kim harus memusingkan masalah kendaraan pulangnya.
         Lagi-lagi untuk kedua atau bahkan untuk kesekian kalinya kim merepotkan nick. Kini tiap sore sepulang latihan nick mengantarkan kim pulang. Kadang ke tempat kursus kim dan kadang langsung kerumah kim. Semakin sering pulang dan pergi bersama nick membuat semakin banyak kenangan yang terukir di tiap tikungan dan persimpangan jalan yang mereka lalui. Mungkin tidak untuk nick namun bagi kim semuanya itu cukup membuatnya merasakan sedikit kebahagiaan.
“koko makasih banyak ya selama latihan volley udah anterin sama jemput kim. Maaf kim udah ngerepotin”. Seru kim pada nick.
“iya gak apa-apa kok, oh iya kamu simpan foto-foto pas koko tanding kan ? kirimin dong”.
dengan semangat kim segera mengirim foto demi foto nick baik yang ada di handphone nya maupun yang ada dikameranya.
“wah banyak banget, makasih banyak ya kim”
“sama-sama ko”.
         Selang beberapa saat setelah turnamen volley akhirnya kim memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya pada nick. Meskipun sedikit janggal namun kim merasa lega telah mengungkapkan semua yang mengganjal dihatinya selama berbulan-bulan ini. Mungkin nick tak merespon, bahkan tak kan pernah! Kim memang kecewa. Sampai pada akhirnya mereka benar-benar lost communication. Tak ada lagi caht via BBM, tak ada lagi sapa yang pernah kim dengar untuk beberapa saat. Semuanya berubah. Nick telah menjauh, bahkan sebelum kim benar-benar menempati hatinya. Kim pasrah dengan semua yang terjadi. Ia tau bahwa ini akan terjadi sebagai konsekwensi yang harus ia terima.
Hingga beberapa bulan kemudian nick mengubah status lajangnya menjadi in relationship alias berpacaran. Tak ada lagi yang tersisa untuk kim bahkan sekeping hati nick pun tak pernah nick berikan untuk kim. Sekejam itukah cinta mempermainkan perasaan kim. Bahkan ketika kim telah berkorban banyak demi cintanya. Kini nick tinggal lah masa lalu bagi kim. Masa lalu yang dengan kejam memberinya harapan lalu menghempaskannya begitu saja. Masa lalu yang menyeret kim terjebak dalam permainan cinta yang pada akhirnya dengan kejam menghancurkan mimpinya. Kim tak lagi percaya pada harapan, tak lagi yakin pada cinta. Baginya cinta terlalu sulit untuk dipahami, dan kenangan itu ? hujan itu ? apa semuanya mampu kim lupakan dengan mudah.tidak! bahkan nick tak akan mengerti betapa sebenarnya kim berusaha mati-matian mengapus semuanya. Semua tentang nick. Cinta lagi-lagi berakhir menyakitkan untuk seorang wanita. Untuk seorang kim yang bahkan telah berusaha memberikan yang terbaik untuk cintanya. Cinta dengan segala keindahan yang pada akhirnya menghasilkan kepingan-kepingan hati yang pastinya akan sulit untuk dirangkai kembali.kejam!, bahkan sangat kejam! Cinta~.
“terakhir aku melalui jalan ini bersamamu.
berdua dengan mu, bersama cinta yang bersarang dihatiku.
hujan mengiringi langkah kita.
dengan deras membasahi hatiku yang kering,
aku berharap kau tak enggan memberikan sedikit air untukku.
untuk menyiram hatiku yang mulai layu.
hujan mengukir kisah tentag aku.
tentang kau, tentang kita dan tentang hujan itu sendiri.
apa kau masih ingat,
kita melalui persimpangan ini bersama-sama.
kita melewati tikungan ini berkali-kali.
bahkan ditengah guyuran hujan yang begitu deras.
berdua dengan mu, hanya berdua tanpa dia dan mereka.
hanya ada kita, hanya ada kau, dan hanya ada aku.
bahkan hujan hanya datang sebagai pelengkap.
sebagai penyejuk jiwa-jiwa yang kekeringan.
kini, bahkan selamanya, hujan akan selalu berkisah tentang kau.
bahkan ketika ia tak lagi berkisah tentang kita.
ketika ia turun lagi dengan derasnya, ia menyeretku pada kenangan itu.
meskipun ia tak lagi berkisah tentang kita.
aku masih menyediakan telinga untuk mendengar melodi dari tiap tetesannya.
dia bercerita tentangmu, tentang kenangan yang tlah lalu.
sampai kapanpun tak akan berhenti.
selamanya, selama hujan masih bersedia membasahi bumi.

_The end_
                       
Cerita ini merupakan kisah nyata yang dialami oleh sahabat saya sendiri, semoga kiranya cerita ini mampu menyadarkan kalian dengan sosok-sosok yang ada disekitar kalian dan bahkan sosok-sosok yang telah berkorban banyak demi kalian karena satu kata yaitu “cinta”.
        
        

        

2 komentar: