hening menemaniku di tengah guyuran hujan yang kian lama semakin menderas. aku tak mengerti mengapa hujan selalu saja menyeretku jauh kedalam kenangan itu. mataku menatap lurus keluar jendela. hujan ini sama derasnya seperti saat itu. apa kau dapat merasakannya ? kini aku melihat mereka menggenangi halaman gedung ini. lihat sayang, lihat! dengar alunan yang mereka hasilkan. apa kau berhasil menemukan artinya ? apa kau tau nada apa yang mereka mainkan ?. sungguh ingin rasanya aku keluar dari belenggu kekhawatiran ini. kapan kau akan pulang ? sesekali aku menatap kumpulan tanggal yang terpatri di atas meja itu. berharap pertemuan akan terjadi esok.
rasanya mataku sudah lelah untuk lagi-lagi menangis ketika rindu itu menyiksa hatiku. aku tak percaya dengan semua yang terjadi. bahkan hujanpun mampu membuatku kembali mengenang mu. kembali mengungkit kisah kita dibawah rinai hujan. ada cinta yang meluap-luap, ada rindu yang menyeringai mengharapkan sebuah pertemuan.kau selalu menjanjikan sesuatu yang bahkan itu semua diluar kemampuanmu. jangan membuatku termakan oleh rasa manis dari kata-kata mu itu.
aku egois!. ya kau benar aku memang egois. bahkan berbagi dirimu dengan waktupun aku sangat enggan. aku berusaha keras menyeret langkahku keluar dari semua kegalauan ini. berkali-kali aku memerintahkan hatiku untuk berhenti mengungkit soal ini namu hasil yang kudapatkan hanya gejolak rindu yang semakin besar. kau mengikatku, sangat erat, bahkan aku tak bisa lagi keluar dari bayanganmu. kau selalu mengusik pikiranku, mengganggu jalannya logikaku.
aku penuntut! ya kau sangat benar. lagi-lagi aku menuntut mu melakukan banyak hal untukku. bahkan ditengah jarak yang begini luas yg terbentang diantara kita, aku masih saja menuntutmu untuk menemuiku. bahkan aku sendiripun tau hal itu sangat sulit untuk kau lakukan.
*bersambung
rasanya mataku sudah lelah untuk lagi-lagi menangis ketika rindu itu menyiksa hatiku. aku tak percaya dengan semua yang terjadi. bahkan hujanpun mampu membuatku kembali mengenang mu. kembali mengungkit kisah kita dibawah rinai hujan. ada cinta yang meluap-luap, ada rindu yang menyeringai mengharapkan sebuah pertemuan.kau selalu menjanjikan sesuatu yang bahkan itu semua diluar kemampuanmu. jangan membuatku termakan oleh rasa manis dari kata-kata mu itu.
aku egois!. ya kau benar aku memang egois. bahkan berbagi dirimu dengan waktupun aku sangat enggan. aku berusaha keras menyeret langkahku keluar dari semua kegalauan ini. berkali-kali aku memerintahkan hatiku untuk berhenti mengungkit soal ini namu hasil yang kudapatkan hanya gejolak rindu yang semakin besar. kau mengikatku, sangat erat, bahkan aku tak bisa lagi keluar dari bayanganmu. kau selalu mengusik pikiranku, mengganggu jalannya logikaku.
aku penuntut! ya kau sangat benar. lagi-lagi aku menuntut mu melakukan banyak hal untukku. bahkan ditengah jarak yang begini luas yg terbentang diantara kita, aku masih saja menuntutmu untuk menemuiku. bahkan aku sendiripun tau hal itu sangat sulit untuk kau lakukan.
*bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar