ribuan kali memandang wajah yang sama.
ribuan kali aku menatap mata yang sama.
dan ribuan kali pula aku menyentuh kulit yang sama.
wajah yang saat ini mulai memeperlihatkan garis-garis ketuaan.
kulit yang mulai mengeriput dan renta.
namun kau masih sosok yang sama.
kau mama yang dulu hingga saat ini ada disisi ku.
setiap kali aku melibatkan egoku.
setiap kali aku melibatkan keras kepala ku.
kau selalu menasihatiku. dan hanya menasehatiku.
setiap kali pintu kamarku terbanting keras
dan kau hanya mampu mengelus dada melihatku.
ketika ku genggam seluruh jemarimu.
kau menghangatkan ku dengan segenap kasih sayangmu.
adakah yang akan mampu menggantikan sosokmu mama ?
aku hanya putri kecilmu yang mencoba menatap dunia luas.
aku hanya gadis kecilmu yang masih butuh kau papah untuk berjalan.
bukankah jemari itu yang mengajarkan aku
untuk memainkan tiap melodi dalam hidup ini ?
bukankah dari bibirmu ku dengar kata sayang pertama kalinya ?
maka ketika badai kehidupan ini datang.
hanya kepadamu aku berani bersembunyi.
mama, kelak akan ada cerita tentang jasa mu.
kelak akan ada putri kecil yang memerankan peranmu.
dialah aku. putri kecil dengan ego yang masih sangat tinggi.
yang dengan sabar kau rawat sejak aku ada di kandungan.
mama kelak saat aku sudah bisa berdiri tegar.
maka engkau orang pertama yang harus hadir dalam hari bahagia itu.
saat aku sudah mampu menciptakan laguku sendiri.
maka kau orang pertama yang harus mendengarnya.
dan kelak jika mereka bertanya
siapa yang mampu mebuat ku manatap dunia ini.
maka akan ku jawab
"dia mamaku yang berdiri tegar disana"
ribuan kali aku menatap mata yang sama.
dan ribuan kali pula aku menyentuh kulit yang sama.
wajah yang saat ini mulai memeperlihatkan garis-garis ketuaan.
kulit yang mulai mengeriput dan renta.
namun kau masih sosok yang sama.
kau mama yang dulu hingga saat ini ada disisi ku.
setiap kali aku melibatkan egoku.
setiap kali aku melibatkan keras kepala ku.
kau selalu menasihatiku. dan hanya menasehatiku.
setiap kali pintu kamarku terbanting keras
dan kau hanya mampu mengelus dada melihatku.
ketika ku genggam seluruh jemarimu.
kau menghangatkan ku dengan segenap kasih sayangmu.
adakah yang akan mampu menggantikan sosokmu mama ?
aku hanya putri kecilmu yang mencoba menatap dunia luas.
aku hanya gadis kecilmu yang masih butuh kau papah untuk berjalan.
bukankah jemari itu yang mengajarkan aku
untuk memainkan tiap melodi dalam hidup ini ?
bukankah dari bibirmu ku dengar kata sayang pertama kalinya ?
maka ketika badai kehidupan ini datang.
hanya kepadamu aku berani bersembunyi.
mama, kelak akan ada cerita tentang jasa mu.
kelak akan ada putri kecil yang memerankan peranmu.
dialah aku. putri kecil dengan ego yang masih sangat tinggi.
yang dengan sabar kau rawat sejak aku ada di kandungan.
mama kelak saat aku sudah bisa berdiri tegar.
maka engkau orang pertama yang harus hadir dalam hari bahagia itu.
saat aku sudah mampu menciptakan laguku sendiri.
maka kau orang pertama yang harus mendengarnya.
dan kelak jika mereka bertanya
siapa yang mampu mebuat ku manatap dunia ini.
maka akan ku jawab
"dia mamaku yang berdiri tegar disana"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar