mata hitam pekatmu pernah menatapku lekat-lekat. setiap detail tubuh mu benar-benar membuat guncangan hebat di sekujur tubuhku. apa kau tau matamu meneduhkan setiap udara panas yang mengusik ku ?. apa kau tak menyadari bahwa guratan senyum diwajahmu itu yang membuatku tak pernah berhenti menatapmu.
lalu dimana kau kini ? kau pergi bukan ? bahagiakah kau melihatku terpuruk dalam kesendirian seperti ini ?. jika memang ya, mengapa kau berikan aku kenyamanan. seolah kau taruh harapan bahwa kau akan selalu berada disisi ku selamanya ?. aku tak tahu seperti apa perasanmu. namun ku tekankan padamu. perasaan ini sudah tumbuh seiring perhatian yang kau berikan kepadaku. berhenti membuatku berharap. berhenti membuatku menunggu.
kau bahkan tak tahu seperti apa seharusnya memperlakukan ku ? apakah semudah itu meninggalkan ku ? berkali-kali kau hancurkan, aku masih bisa bangkit dan tersenyum. berkali-kali kau lukai aku masih mampu tegar dan sembuh. bahkan berkali-kali kau bunuh mimpiku, aku masih mampu berjuang untuk hidup kembali. untuk apa ? kau pikir untuk apa ku lakukan semua itu ? tidak kah kesederhanaan cintaku sedikit mengusik hasrat mu ?.
kau tau, aku seolah berperan sendirian dalam drama ini. kau menumpukan semua beban ini padaku. jangan berikan kenyamanan itu jika kau sendiri tak pernah mengharapkan ku. jangan jadikan aku persinggahan mu. kau tak akan mengerti betapa tersiksanya menahan rindu. bahkan kau tak tau bagaimana khayalku membawa aku terbang jauh melampaui batas kesadaranku. mimpi yang telah lama ku bangun kini hanya bisa kuratapi, bersama ketidakpastian yang tak berujung ini.
lalu sampai kapan ? sampai kapan aku harus selalu menunggu seperti ini ? sampai kapan aku harus bertahan untukmu yang bahkan tak pernah memberikan kejelasan padaku.
apa kau pernah berpikir untuk mencintaiku ? apa setiap kata "sayang" yang kudengar tulus dari hatimu ? atau itu hanya sebuah panggilan yang "wajib" diutarakan oleh setiap pasangan seperti kita ? "sayang?" mengapa harus ada kata-kata itu ?. sudah hampir 100 hari aku tak mendengarnya lagi. kemana ? kemana kau yang selalu tersenyum ketika aku berhasil menyelesaikan tantangan mu ?. "sayang" benarkah itu suatu kata kewajiban, lalu apa maksud binar mata tulusmu ketika bertatapan langsung kepadaku ? kebohongan kah semua itu ? atau ini bagian dari drama kita.
apa kau mampu mendengarnya ? yaa, hatiku memanggilmu. berharap segera terjadi pertemuan. sanggupkah kau penuhi pintaku ?. kita saling mencintai bukan ? atau hanya aku yang terlalu yakin kalau kau juga mencintaiku ? bisa kau terangkan semua teori menyebalkan ini kepadaku ?. ini lebih rumit sayang, bertahun-tahun aku mengenal ratusan rumus dan ini rumus tersulit yang harus ku selesaikan. jangan selalu membuatku salah paham tentangmu. lakukan apa yang memang layak kau lakukan. berehnti menyakitiku dengan harapan-harapan yang bahkan tak pernah kau penuhi. berhenti menyogokku dengan janji-janji seperti itu. kau pikir aku anak kecil ? setidaknya aku tak butuh lagi lolipop ditanganku untuk meredam tangis. setidaknya aku tak butuh lagi janji-janji palsu untuk segera menghibur kesepian yang kurasa. kau tau itukan. pahami setiap kata-kataku.
lalu dimana kau kini ? kau pergi bukan ? bahagiakah kau melihatku terpuruk dalam kesendirian seperti ini ?. jika memang ya, mengapa kau berikan aku kenyamanan. seolah kau taruh harapan bahwa kau akan selalu berada disisi ku selamanya ?. aku tak tahu seperti apa perasanmu. namun ku tekankan padamu. perasaan ini sudah tumbuh seiring perhatian yang kau berikan kepadaku. berhenti membuatku berharap. berhenti membuatku menunggu.
kau bahkan tak tahu seperti apa seharusnya memperlakukan ku ? apakah semudah itu meninggalkan ku ? berkali-kali kau hancurkan, aku masih bisa bangkit dan tersenyum. berkali-kali kau lukai aku masih mampu tegar dan sembuh. bahkan berkali-kali kau bunuh mimpiku, aku masih mampu berjuang untuk hidup kembali. untuk apa ? kau pikir untuk apa ku lakukan semua itu ? tidak kah kesederhanaan cintaku sedikit mengusik hasrat mu ?.
kau tau, aku seolah berperan sendirian dalam drama ini. kau menumpukan semua beban ini padaku. jangan berikan kenyamanan itu jika kau sendiri tak pernah mengharapkan ku. jangan jadikan aku persinggahan mu. kau tak akan mengerti betapa tersiksanya menahan rindu. bahkan kau tak tau bagaimana khayalku membawa aku terbang jauh melampaui batas kesadaranku. mimpi yang telah lama ku bangun kini hanya bisa kuratapi, bersama ketidakpastian yang tak berujung ini.
lalu sampai kapan ? sampai kapan aku harus selalu menunggu seperti ini ? sampai kapan aku harus bertahan untukmu yang bahkan tak pernah memberikan kejelasan padaku.
apa kau pernah berpikir untuk mencintaiku ? apa setiap kata "sayang" yang kudengar tulus dari hatimu ? atau itu hanya sebuah panggilan yang "wajib" diutarakan oleh setiap pasangan seperti kita ? "sayang?" mengapa harus ada kata-kata itu ?. sudah hampir 100 hari aku tak mendengarnya lagi. kemana ? kemana kau yang selalu tersenyum ketika aku berhasil menyelesaikan tantangan mu ?. "sayang" benarkah itu suatu kata kewajiban, lalu apa maksud binar mata tulusmu ketika bertatapan langsung kepadaku ? kebohongan kah semua itu ? atau ini bagian dari drama kita.
apa kau mampu mendengarnya ? yaa, hatiku memanggilmu. berharap segera terjadi pertemuan. sanggupkah kau penuhi pintaku ?. kita saling mencintai bukan ? atau hanya aku yang terlalu yakin kalau kau juga mencintaiku ? bisa kau terangkan semua teori menyebalkan ini kepadaku ?. ini lebih rumit sayang, bertahun-tahun aku mengenal ratusan rumus dan ini rumus tersulit yang harus ku selesaikan. jangan selalu membuatku salah paham tentangmu. lakukan apa yang memang layak kau lakukan. berehnti menyakitiku dengan harapan-harapan yang bahkan tak pernah kau penuhi. berhenti menyogokku dengan janji-janji seperti itu. kau pikir aku anak kecil ? setidaknya aku tak butuh lagi lolipop ditanganku untuk meredam tangis. setidaknya aku tak butuh lagi janji-janji palsu untuk segera menghibur kesepian yang kurasa. kau tau itukan. pahami setiap kata-kataku.
apa karena perbedaan ini, lalu kau menyerah begitu saja. kau bilang tak ingin melukaiku. apa kau sadar ini lebih menyakitkan. setidaknya kau jelaskan padaku seperti apa perasaanmu saat ini. sehingga aku tak mesti melulu bertanya apakah kau benar mencintaiku ?. dan juga tak melulu bertanya sampai kapah aku harus bertahan untukmu~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar