aku melihat lagi matahari yang sama seperti yang terbit di hari-hari sebelumnya. teriknya masih sama seperti beberapa bulan yang lalu. ingatanku tepat jatuh dimasa lalu. hari itu mentari sedang terik-teriknya. aku mengeluh padamu berharap kau beri keteduhan. kau tak melakukannya, kau hanya tersenyum simpul kepadaku. mata hitam pekatmu menatapku dalam-dalam "sebentar lagi pasti akan hujan" gumam mu saat itu.
lenganmu yang kokoh melingkar dibahuku, saat itu kita masih mampu berjalan beriringan. seketika hujanpun turun. awalnya hanya tetes demi tetes dan bahkan tak mengurungkan niat kita untuk terus melangkah. namun semakin lama langit mengeluarkan air yang lebih banyak lagi. hujan deras tak terbendung, langkah kita terhenti di ruangan itu.
bau khas antara tanah yang beradu dengan gemercik air hujan menyebar menusuk hingga ke paru-paruku. aku hafal betul baunya. dalam sekejap hujan mampu menusukkan hawa dingin hingga ke tulang-tulangku. aku menatap mu, sekedar memandang wajahmu, guratan lelah terpancar disana. kau bersandar diantara dinding dan mengehela nafas panjang.
mata kita kembali beradu pandang, setidaknya untuk beberapa waktu, sebelum akhirnya kau meraih tanganku lalu menghangatkannya dalam genggamanmu. sederhana bukan ? itulah cinta yang kudapat darimu. "kenyamanan" seperinya kata itu terlukis dengan sendirinya ketika kebersamaan membawaku bersama mu.
kini waktu tlah jauh membawa kenangan itu. sekejap mata semuanya berubah. jarak ? itukah kau jarak ?. kau kah yang kini ada diantara Cinta ?. kita masih berada di kolong langit yang sama bahkan masih melihat bulan yang sama. namun tempat kita telah berbeda. bahkan ketika hujan mengguyur kota ku kau tak merasakan kedinginan yang sama seperti yang kurasakan. sekejam itukah waktu berputar ? sekejam itukah jarak memisahkan ?.
terkadang melihat mereka tersenyum dengan pasangannya, hati ku hanya mampu bertahan. kau mengajarkan ku bagaimana caranya bertahan. apa kau pun melakukan hal yang sama ? apa kau juga bertahan untukku ? bahkan ketika cinta menyatukan kita, lalu jarak memisahkan ini semua, aku yakin rindu ini telah mengajarkan kita bagaimana caranya bersabar dan bertahan.
kadang ketika rindu menyerangku bertubi-tubi, ketika itu pula kau menghilang secara tiba-tiba. menghilang seolah kau adalah cahaya bintang yang redup. sesaat kemudian kau hadir kembali, seolah senyum yang telah kau renggut kau kembalikan lagi dengan utuh. terkadang aku ingin menyerah dengan semua ini. lalu seorang pengecutkah aku jika aku tak mampu mengalahkan jarak ?. selemah itukah aku ketika aku harus menyerah hanya karena jarak ratusan kilo meter yang terbentang di antara kita ? kupikir tidak!.
tanpa harus kukatakan aku telah membuktikannya. aku menyayangimu bukan sekedar kata-kata pamungkas yang kerap kali disampaikan seseorang pada pasangannya. bagiku aku menyayangi mu adalah pembuktian melalui penantian, setia dan percaya padamu. meskipun sering kali cemburu datang menghampiri namun itu karena kau terlalu jauh dariku. bahkan sejujurnya saat ini, saat rindu sudah sangat menggunung, aku ingin kau ada disini dan meyakinkan ku bahwa semuanya baik-baik saja.
lenganmu yang kokoh melingkar dibahuku, saat itu kita masih mampu berjalan beriringan. seketika hujanpun turun. awalnya hanya tetes demi tetes dan bahkan tak mengurungkan niat kita untuk terus melangkah. namun semakin lama langit mengeluarkan air yang lebih banyak lagi. hujan deras tak terbendung, langkah kita terhenti di ruangan itu.
bau khas antara tanah yang beradu dengan gemercik air hujan menyebar menusuk hingga ke paru-paruku. aku hafal betul baunya. dalam sekejap hujan mampu menusukkan hawa dingin hingga ke tulang-tulangku. aku menatap mu, sekedar memandang wajahmu, guratan lelah terpancar disana. kau bersandar diantara dinding dan mengehela nafas panjang.
mata kita kembali beradu pandang, setidaknya untuk beberapa waktu, sebelum akhirnya kau meraih tanganku lalu menghangatkannya dalam genggamanmu. sederhana bukan ? itulah cinta yang kudapat darimu. "kenyamanan" seperinya kata itu terlukis dengan sendirinya ketika kebersamaan membawaku bersama mu.
kini waktu tlah jauh membawa kenangan itu. sekejap mata semuanya berubah. jarak ? itukah kau jarak ?. kau kah yang kini ada diantara Cinta ?. kita masih berada di kolong langit yang sama bahkan masih melihat bulan yang sama. namun tempat kita telah berbeda. bahkan ketika hujan mengguyur kota ku kau tak merasakan kedinginan yang sama seperti yang kurasakan. sekejam itukah waktu berputar ? sekejam itukah jarak memisahkan ?.
terkadang melihat mereka tersenyum dengan pasangannya, hati ku hanya mampu bertahan. kau mengajarkan ku bagaimana caranya bertahan. apa kau pun melakukan hal yang sama ? apa kau juga bertahan untukku ? bahkan ketika cinta menyatukan kita, lalu jarak memisahkan ini semua, aku yakin rindu ini telah mengajarkan kita bagaimana caranya bersabar dan bertahan.
kadang ketika rindu menyerangku bertubi-tubi, ketika itu pula kau menghilang secara tiba-tiba. menghilang seolah kau adalah cahaya bintang yang redup. sesaat kemudian kau hadir kembali, seolah senyum yang telah kau renggut kau kembalikan lagi dengan utuh. terkadang aku ingin menyerah dengan semua ini. lalu seorang pengecutkah aku jika aku tak mampu mengalahkan jarak ?. selemah itukah aku ketika aku harus menyerah hanya karena jarak ratusan kilo meter yang terbentang di antara kita ? kupikir tidak!.
tanpa harus kukatakan aku telah membuktikannya. aku menyayangimu bukan sekedar kata-kata pamungkas yang kerap kali disampaikan seseorang pada pasangannya. bagiku aku menyayangi mu adalah pembuktian melalui penantian, setia dan percaya padamu. meskipun sering kali cemburu datang menghampiri namun itu karena kau terlalu jauh dariku. bahkan sejujurnya saat ini, saat rindu sudah sangat menggunung, aku ingin kau ada disini dan meyakinkan ku bahwa semuanya baik-baik saja.
kau memang wanita yang tabah meski, setia pada pasangan nya, selamat berbahagia ya di kemudian hari
BalasHapusterimakasih telah berkunjung ke blog ku :)
BalasHapus